Hubungan

Di Balik Perangai Keras Ayah dalam Mendidik, Ada Wujud Cinta yang Kelak Membuatmu Tangguh

Ayah

Dalam setiap hubungan ada hal-hal yang Kamu sukai dan yang tidak disukai, juga dalam kehidupan keluarga. Tidak suka seorang saudara yang bodoh, pKamungan berbeda dengan sang ibu, terhadap ketidaksenangan cara mengajar ayah yang sulit. Terutama yang terakhir, terkadang hal ini membuat hubungan Kamu dengan sang ayah tidak baik, dan Kamu menjauhkan diri.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pada beberapa kesempatan Kamu telah dimarahi dengan nada tinggi, atau dihukum karena tidak mematuhinya, bahkan untuk anak laki-laki terkadang ada kontak fisik. Cara-cara sulit ini sering membuat Kamu berpikir bahwa Kamu tidak pantas mendapatkan pendidikan semacam ini. Nah bagi mereka yang berpikir seperti itu, cobalah belajar lebih banyak. Percaya semua itu adalah bentuk cinta untuk Kamu sehingga Kamu menjadi orang yang tangguh nantinya.

1. Kamu harus mengerti bahwa cara ayah mencintai Kamu berbeda dengan ibu Kamu yang lembut

Cara mendidik si ayah sering dibandingkan dengan cara ibu yang terasa lebih lembut, mengasuh dan jelas sangat perhatian. Tapi membandingkan cara ayah dengan ibu tidak tepat, karena memiliki kualitas yang berbeda antara pria dan wanita. Karena ingin agar bapaknya mendidik, saya tetap memiliki rasa welas asih di dalam dirinya yang tak kalah dari sang ibu.

2. Ayahnya sangat kejam, pastinya dia punya alasan kuat demi kebaikan Kamu

Baca Juga:  Benda Ini Gak Kalah Romantis dari Coklat dan Bunga yang Pastinya Bikin Pacar Kamu Berbunga-bunga Hatinya

Ayah mana yang bermaksud jahat pada anaknya sendiri. Tentu saja tidak, kecuali mereka gila. Dalam mendidik, ayah akan memiliki niat baik untuk anak itu. Terkadang dengan cara yang kurang menyenangkan, tapi Kamu perlu percaya bahwa apa yang mereka lakukan adalah semua berdasarkan kebaikan Kamu nantinya. Dan jika melihat lebih jauh, ayah tidak selalu keras dalam mendidikmu, semua tergantung dari kebaikan yang ingin ia ajarkan.

3. Dibalik cara Ayah mendidik yang tak Kamu sukai, perluk Kamu ketahui bahwa Ia hanya ingin Kamu menjadi orang yang sangat kuat

Keras disini tidak selalu dikonotasikan sebagai kontak fisik, tapi juga disiplin. Entah itu memotong uang saku, aplikasi jam malam, atau peraturan untuk tidak berpacaran. Begitu pula saat Kamu membuat kesalahan dan akhirnya Ia kecewa, pasti Ayah memarahi Kamu. Tapi biasanya kemarahan Ayah didasarkan pada seberapa buruk kesalahan Kamu.

Selain menumbuhkan Kamu menjadi anak yang disiplin, cara yang sulit juga dimaksudkan agar Kamu menjadi orang yang kuat dan kuat. Mungkin setelah kuliah dan kehidupan dipantau Kamu akan mengerti betapa sulitnya hidup tanpa perlindungan langsung dari ibu atau ayah di rumah.

4. Tidak perlu Kamu meragukan bentuk cintanya, Ayah rela membanting tulang demi kelangsungan hidupnya anak-anaknya

Jika Kamu masih kecewa dengan perlakuan keras ayah di mendidikmu dan meragukan ayah mencintaimu. Cobalah mengingat kembali apa yang telah Ia lakukan sejauh ini untuk membuat Kamu bahagia. Apakah Kamu ingat ayah yang mengajari Kamu naik sepeda waktu Kamu masih kecil? Ayah rela banting tulang agar uang sekolah Kamu terpenuhi, kumpulkan uang agar dapur tetap stabil dan perut Kamu terisi penuh, memenuhi keinginan Kamu untuk memiliki mainan atau pakaian baru.

Baca Juga:  Rahasia Pasangan yang Berhasil Melangkah ke Pernikahan

5. Meski sering kecewa, memaafkan ayah dan membuka pembicaraan dengannya adalah pilihan terbaik untuk mendamaikan sosoknya

Jika merasa bahwa cara ayah itu relevan bagi Kamu karena Kamu sudah dewasa, yang bisa Kamu lakukan hanyalah memaafkan ayah Kamu jika ada perbuatan yang tidak Kamu sukai. Maafkan, karena tentu saja dia tidak berniat menyakitimu. Lalu buka percakapan dengannya tentang bagaimana cara mendidiknya itu. Pilihlah waktu dan cara penjelasan yang baik, pastilah ayahmu mengerti.

Hubungan ayah dan anak tidak sesederhana hubungan antara ibu dan anak. Tapi bukan alasan untuk menyimpan dendam terhadapnya karena ketidaksetujuan Kamu dengan cara mendidiknya dengan keras. Kamu harus mengerti bahwa ada alasan bagus di baliknya, bukan begitu Kamu tumbuh menjadi orang yang kuat dan tangguh. Kamu harus tahu bahwa, selain ibu, cinta terbesar yang diberikan kepada Kamu berasal dari ayah.

Comments
To Top