Unik

Inilah Hewan Punah yang Ingin Dihidupkan Kembali oleh Para Ilmuwan

Hewan Punah

Banyak sekali hewan yang hanya bisa kita lihat dan ketahui dari buku ilmu alam, video dokumenter, atau bahkan hanya dari cerita orang-orang. Faktor-faktor alami memang memainkan peran utama dalam kepunahan spesies hewan, tetapi manusia tidak bisa lepas dari tanggung jawab menjaga dan melestarikan spesies hewan agar tetap terjaga untuk masa depan anak-anak dan cucu kita, bukankah manusia itu sensitif? Tapi sekarang, banyak ilmuwan yang ingin “menghidupkan kembali” beberapa hewan punah dengan penggabungan ilmu pengetahuan dan teknologi biologi. Inilah Hewan Punah yang Ingin Dihidupkan Kembali.

Saber Tooth

Saber Tooth adalah hewan seperti kucing besar yang hidup di era zaman es. Kucing besar ini diduga telah punah sejak peristiwa “Quaternary Extinction”. Nama hewan diambil atas dasar sepasang gigi taring panjang dan besar yang menyerupai pedang, sehingga diberi nama Gigi Pedang (Saber Tooth). Dengan gigi yang luar biasa ini, di zaman Ice Age Saber Tooth digunakan untuk membunuh dan memangsa hewan super besar seperti Mammoth (gajah purba) dan badak purba dengan mudah. Siapa yang tahu apa yang para ilmuwan pikirkan sehingga ingin mengembalikan hewan ini ke masa kini? Dengan fakta berbahaya yang dimiliki kucing besar ini untuk yang satu ini. Jadi mereka berencana mengembalikan hewan ini menggunakan teknik kloning dengan bantuan kerangka Saber Tooth yang dimiliki museum La Brea Tar Pits di Los Angeles, AS.

Baca Juga:  5 Inspirasi Desain Undangan Pernikahan Unik

Baiji (Lumba-lumba Air Tawar)

Baiji adalah spesies lumba-lumba yang hidup di air tawar. Di Cina, Baiji juga biasa disebut “Yangtze Goddess” karena hewan ini hanya hidup di sungai Yangtze, Cina, dan mulai tampak menghilang sejak sekitar 2004 – 2007 (Punah). Baiji adalah spesies lumba-lumba pertama yang punah karena kegiatan manusia! Seperti industrialisasi Cina dan penggunaan sungai sebagai alat memancing, transportasi kapal, dan hidro-listrik. Baiji juga merupakan mamalia besar pertama yang punah dalam beberapa tahun terakhir. Ada dua artikel yang mengandung pernyataan berbeda tentang Baiji. Seorang penulis lepas di Mother Nature Network bernama Bryan Nelson menyatakan bahwa lumba-lumba Baiji adalah spesies potensial untuk kloning. Karena kepunahan baru-baru ini, itu berarti DNA mudah diperoleh untuk mencapai teknik kloning untuk mengembalikan Baiji.

Baca Juga:  Mengejutkan, Ini Dia Alasan Alien Datang Ke Bumi!

Badak Berbulu

Rhinoceros wol juga sama dengan Saber Tooth, mereka hidup di era zaman es dan juga mengalami kepunahan karena peristiwa “Quaternary Extinction”. Dan mamalia besar ini telah mulai masuk ke dalam penelitian para ilmuwan sejak ditemukannya badak bayi beku di es Siberia pada tahun 2015. Bayi badak ditemukan oleh seorang pengusaha yang sedang dalam perjalanan berburu. Dan luar biasa, badak bayi ini ditemukan hampir utuh di dalam es, mengingat bahwa bayi mungil ini telah melewati berbagai usia selama 12.000 tahun!

Meskipun penemuan ini, kloning badak masih sangat sulit. Seorang penulis di Nature World News bernama Brian Stillard mengatakan apa yang banyak ilmuwan juga percaya bahwa “kunci” untuk mengkloning hewan prasejarah adalah dengan menggunakan salinan lengkap DNA dan menemukan kerabat dekat atau penerus spesies terkait. Dan sayangnya, kerabat terdekat dari badak berbulu adalah badak sumatera, di mana hewan-hewan ini sekarang berada dalam krisis jumlah dan terancam punah! Semoga ada titik terang untuk keberlanjutan badak sumatera.

Comments
To Top