Viral

Kisah Briptu Erlangga saat Digigit Emak-emak Pemotor di Kudus

Digigit Emak-emak

Petugas polisi yang digigit itu adalah Briptu Erlangga Hananda Seto. Dia masih muda, baru berusia 25 tahun, namun kesabarannya menghadapi pengendara ‘ganas’ itu patut diapresiasi.

Erlangga bercerita tentang kejadian pertama yang dia alami dalam hidupnya. Dengan sedikit mengingat dan sedikit tawa, dia mulai menuangkan memori gigitannya.

“Pada awal pagi, saat pengaturan ibu datang dari arah Simpang 7 Alun-alun, saya melihat ibu-ibu itu tidak menggunakan helmnya,” kata Erlangga, Jumat siang (23/2).

“Terus saya hentikan untuk menunjukkan kelengkapan, SIM dan STNK,” kata Erlangga.

Saat itu, Erlangga berniat untuk menertibkan ATK. Namun sayang, niat baik Erlangga ini dibalas dengan tabrakan motor. ATK memang membawa STNK kendaraan, tapi bukan STNK kendaraan yang dia bawa saat kejadian.

“Ya sakit pasti, sempat dipukul juga,” kata Erlangga mengingat rasanya saat dilanda motor ATK.

Baca Juga:  Curhat Pria Ini Viral "Rezeki Makin Mengalir Saat Percayakan Gaji 100 Persen ke Istri"

Kecelakaan motor yang diderita kemudian terjadi pada kejadian gigitan. ATK berpakaian dan berkerudung biru tua saat menarik tangan Erlangga dan langsung menggigitnya. Untuk beberapa alasan, ATK memilih jalur gigitan dan bukan cara lain.

Gigitan ATK tak lantas membuat Erlangga marah dan menggigit kembali. Dia dengan sabar mengucapkan kata-kata untuk memberi pengertian kepada ATK.

“Ya saya ingin bertarung bagaimana jika tangan saya akan menjadi berikutnya saat ibu jatuh,” jelas Erlangga yang peduli dengan keamanan ATK.

ATK terus menggigit. Hasilnya, Erlangga menderita sakit dan ada dua bekas luka tertinggal di tangannya.

“Ya, sakit, sedikit robek, ada dua luka, satu memar sedikit air mata,” kata Erlangga.

Menemukan gigitan itu, Erlangga hanya bisa bertanya-tanya. Mengapa seorang ibu usia ATK (45) bisa melakukan tindakan tersebut.

Baca Juga:  Mengejutkan, Ini Dia Alasan Alien Datang Ke Bumi!

Bingung dan kaget, itulah mood Erlangga saat itu.

Tak lama, sesama petugas polisi datang untuk membantu menenangkan ATK. Hasilnya, ATK masih ngeyel agar tidak ditilang dan langsung berpaling ke rumahnya.

Beruntung, polisi berhasil mengantongi kendaraan yang diambil ATK saat itu. Tidak masalah meski bukan STNK kendaraan yang sebenarnya. Setidaknya ada identitas ATK yang dikantongi kepolisian.

Setelah kejadian gigitan, Erlangga langsung menjalani visum. Tidak ada bahaya berarti mengancamnya karena gigitan ATK. Namun, luka gigitannya masih ada. Gigitan itu semacam kenangan bagi Erlangga bahwa ia telah digigit oleh seorang pengendara motor.

Tidak ada kebencian atau kemarahan di hati Erlangga. Dia hanya bisa memaklumi dan mengihlaskan apa yang telah terjadi padanya. Kini, Erlangga bisa kembali mengerjakan tugasnya yang biasa. Berharap untuk tetap sabar dan membantu masyarakat.

Comments
To Top